I just got news from home, that, one of cousins is getting married soon... I'm very happy for her, regardless that she is younger than me lol... but yeah I'm happy, at least somebody is getting married in my extended family, since they had been waiting for it and they were expecting me actually... lol. I'm happy!
Other thing, I was extremely shocked at the same time because she won't married the man i thought it would be... the last man i heard dating her. In short, she instead gonna married the guy next door, like literally next door!!! I was laughing so much... why on earth after her long road and journey meeting up with some guys, she eventually end up with the man who is never really go away from her since he lives next door! lol!
This is what I as a human never really understand His plan... it is a huge mystery... "jodoh, rezeki dan mati seseorang itu hanya di tangan Tuhan" and it's TRUE! an absolute fact that we can't deny or whatsoever. My cousin found "the one" just next door, in contrary... I have to go all the way to UK to meet my present bf!! Well dunno yet where we end up... but you know sebenarnya dunia itu tidak bisa diartikan secara tunggal... it is one single world yet, at the same this "A" world offers gigallions possibilities for each and every one species... one fact may work for certain people but it won't suit to other one...
Darn it! I have just proven the theory that the reality is bounded by the words... Think I've told this many times, I often frustrated because i can't find a perfect word to describe and portray something! Anyway, maybe this is what so called destiny...faith... u know... some particular things that no need reason nor explanation...=)
Ahhh, great at least there's something that I'm expecting after I quit from my job--being the EO for my cousin's wedding lol!
Sunday, 27 April 2008
Saturday, 26 April 2008
...you famous forever!
I rarely post sumthing really useful here but I think this gonna be a good lesson for everyone. Friday night it is now, and basically if I don't meet a friend for a drink saya biasanya stuck with my macbook dan pastinya melakukan banyak hal yang tak berguna merely buat buang waktu till I feel I need to sleep. It's great kalau pacar saya kebetulan lagi have no meeting jadi kita bisa ngobrol over the skype atau kalau tidak ada McDreamy juga di skype,hmm... itu akan jadi malam yang menarik buat saya.
Anyway, since my bf has to fly dan saya tidak tahu McDreamy sedang berada di dunia mana, so I have this intimate interaction with my macbook. Biasanya saya akan membuka website apa saja dari berita sampai gosip sampai facebook sampai men-google McDreamy...apa saja yang basically nggak penting. Nah, the interesting part, saya menemukan site dengan tag Sukma Ayu. If you all remember, she is passed away couple years back in her very young age, ironic and tragic. Makanya juga saya penasaran, dan ketika saya buka taraaaaaa.... disitu ada foto-foto dia naked sengan B'jah yah.. mungkin kita semua juga ingat dengan tragedi itu... Anyway, I felt so bad u knowww... this girl has already passed away dan foto-foto dia yang saya tahu pastinya sangat dia sesali masih beredar dengan bebasnya di internet... leave her alone!!!! wow... that's so bloody cruel u know...
and then somehow saya ingat perbincangan saya dengan McDreamy weekend silam, dia bercerita ketika dia sedang di pesawat menuju Singapore, seorang pramugari menghampirinya dan mulai bercerita kalau mantan pacarnya mengedarkan rekaman "video" mereka di internet dan si pramugari ini sangat panik, pertama pastinya karena malu dan yang tak kalah seru adalah ketika dia taping that video, she was wearing the uniform!!!! Gila banget kan??? I know which carriage but I won't tell you here. Kasihan banget! Nah karena pramugari ini tahu bahwa McDreamy bekerja di bidang internet security yang sering dealing with hackers, dia minta tolong gimana caranya video itu dihapus dari internet. Even buat orang sekaliber McDreamy, he's so good believe me, dia bilang "..how the fuck" dan "the problem with the internet is... you are famous for ever. it never really goes away."
Perhaps, kalau yang bilang itu orang lain selain McDreamy saya akan bilang "yeah ritee.." tapi secara dia expert so... saya percaya itu. Dan saya baru saja membuktikan... isn't it scary ??? I mean internet is a great invention, no doubt, tapi ini temuan manusia yang punya berjuta kelemahan. And in fact it's so fragile... dan semenjak saya dekat dengan McDreamy saya jadi tahu betapa "mengerikannya" internet ini. Segala bentuk teror bisa dilakukan melalui internet loh.... tapi sejauh yang saya tahu di Indonesia sendiri kesadaran akan internet security itu belum tinggi. Well, saya sendiri akan menulis artikel tentang ini dengan bantuan McDreamy, I'll post it soon setelah saya selesaikan.
Anyway, what I'm trying to say is... be careful to post anything in the internet especially pictures, video of your self... I know it's an instant way to gain a fame but hey u have to remember ur existence here in this internet world will never be instant, it will stay like for ever!
Anyway, since my bf has to fly dan saya tidak tahu McDreamy sedang berada di dunia mana, so I have this intimate interaction with my macbook. Biasanya saya akan membuka website apa saja dari berita sampai gosip sampai facebook sampai men-google McDreamy...apa saja yang basically nggak penting. Nah, the interesting part, saya menemukan site dengan tag Sukma Ayu. If you all remember, she is passed away couple years back in her very young age, ironic and tragic. Makanya juga saya penasaran, dan ketika saya buka taraaaaaa.... disitu ada foto-foto dia naked sengan B'jah yah.. mungkin kita semua juga ingat dengan tragedi itu... Anyway, I felt so bad u knowww... this girl has already passed away dan foto-foto dia yang saya tahu pastinya sangat dia sesali masih beredar dengan bebasnya di internet... leave her alone!!!! wow... that's so bloody cruel u know...
and then somehow saya ingat perbincangan saya dengan McDreamy weekend silam, dia bercerita ketika dia sedang di pesawat menuju Singapore, seorang pramugari menghampirinya dan mulai bercerita kalau mantan pacarnya mengedarkan rekaman "video" mereka di internet dan si pramugari ini sangat panik, pertama pastinya karena malu dan yang tak kalah seru adalah ketika dia taping that video, she was wearing the uniform!!!! Gila banget kan??? I know which carriage but I won't tell you here. Kasihan banget! Nah karena pramugari ini tahu bahwa McDreamy bekerja di bidang internet security yang sering dealing with hackers, dia minta tolong gimana caranya video itu dihapus dari internet. Even buat orang sekaliber McDreamy, he's so good believe me, dia bilang "..how the fuck" dan "the problem with the internet is... you are famous for ever. it never really goes away."
Perhaps, kalau yang bilang itu orang lain selain McDreamy saya akan bilang "yeah ritee.." tapi secara dia expert so... saya percaya itu. Dan saya baru saja membuktikan... isn't it scary ??? I mean internet is a great invention, no doubt, tapi ini temuan manusia yang punya berjuta kelemahan. And in fact it's so fragile... dan semenjak saya dekat dengan McDreamy saya jadi tahu betapa "mengerikannya" internet ini. Segala bentuk teror bisa dilakukan melalui internet loh.... tapi sejauh yang saya tahu di Indonesia sendiri kesadaran akan internet security itu belum tinggi. Well, saya sendiri akan menulis artikel tentang ini dengan bantuan McDreamy, I'll post it soon setelah saya selesaikan.
Anyway, what I'm trying to say is... be careful to post anything in the internet especially pictures, video of your self... I know it's an instant way to gain a fame but hey u have to remember ur existence here in this internet world will never be instant, it will stay like for ever!
Wednesday, 23 April 2008
takut
Sepertinya kita tak akan pernah menjadi dewasa dalam urusan cinta. Kapan pun rasanya kita tidak pernah cukup mengerti apa itu cinta. Bahkan sesering apa pun kita jatuh cinta dengan orang, itu juga tidak akan menjamin kita akan lebih mahir dalam urusan cinta. Unik.
Banyak ketakutan, keragu-raguan....
ada letupan-letupan di hati, bergejolak ingin sekali meneriakkan semua yang ada di hati kepadanya yang di sana...
yang tak pernah tahu bahwa di sini ada seseorang yang menunggu di lautan emosi... ingin sekali rasanya melangkah dan berkata "beri ruang untuk rasa ini" tapi, rasa takut itu terlalu besar berdiri di tengah keraguan. Takut, ternyata dia justru melangkah pergi dan menghilang... menguap bersama embun pagi yang dingin. Dan, tak akan ada lagi kutemukan ekstasi-ekstasi diri.
Kenapa kita begitu takut dengan kenyataan ? dengan jawaban atas misteri hati ?
Akankah tersedia ruang di hatinya untuk rasa ini ? atau kah ia jadikan aku hanya sebagai penghias malamnya yang dingin ? pengisi kanvas kosong di temaran langit gelap...
Sampai kapan ?
Banyak ketakutan, keragu-raguan....
ada letupan-letupan di hati, bergejolak ingin sekali meneriakkan semua yang ada di hati kepadanya yang di sana...
yang tak pernah tahu bahwa di sini ada seseorang yang menunggu di lautan emosi... ingin sekali rasanya melangkah dan berkata "beri ruang untuk rasa ini" tapi, rasa takut itu terlalu besar berdiri di tengah keraguan. Takut, ternyata dia justru melangkah pergi dan menghilang... menguap bersama embun pagi yang dingin. Dan, tak akan ada lagi kutemukan ekstasi-ekstasi diri.
Kenapa kita begitu takut dengan kenyataan ? dengan jawaban atas misteri hati ?
Akankah tersedia ruang di hatinya untuk rasa ini ? atau kah ia jadikan aku hanya sebagai penghias malamnya yang dingin ? pengisi kanvas kosong di temaran langit gelap...
Sampai kapan ?
Tuesday, 22 April 2008
why?
why ?
why we have to meet at the first place?
why ?
apakah suatu hari nanti akan ada sebuah penjabaran tentang hari itu, jam itu dan detik itu ?
dan saya akan cukup terpuaskan dengan jawaban yang ada
atau semuanya akan tetap menjadi misteri, sebuah teka-teki yang tak akan pernah pergi dari kehidupan ?
seperti si A, si B dan si C ???
ahhhhh...
cara bercandaMu, Tuhan.... beri kesempatan aku mengerti 'joke'Mu yang satu ini...
why we have to meet at the first place?
why ?
apakah suatu hari nanti akan ada sebuah penjabaran tentang hari itu, jam itu dan detik itu ?
dan saya akan cukup terpuaskan dengan jawaban yang ada
atau semuanya akan tetap menjadi misteri, sebuah teka-teki yang tak akan pernah pergi dari kehidupan ?
seperti si A, si B dan si C ???
ahhhhh...
cara bercandaMu, Tuhan.... beri kesempatan aku mengerti 'joke'Mu yang satu ini...
serendipity
"Life is not merely a series of meaningless accidents or coincidences, but rather, it's a tapestry of events that culminate in an exquisite sublime plan." --Serendipity the Movie, 2001.
pernah?
hmmm, saya pikir saya pernah mengalaminya atau mungkin saya meyakini saya pernah mengalaminya. "suatu kebetulan yang menguntungkan" yah kira-kira begitu terjemahan bebas dari serendipity.
lelaki ini sempurna di mata saya... setahun lalu saya bertemu dengannya. hanya sekali itu, namun keajaiban di hati dan angan saya setelah itu merupakan sebuah fenomena yang mampu mengembangkan senyum saya dan melambungkan harapan-harapan saya dan bahwa saya percaya takdir.
Saya dan dia menghabiskan kurang lebih dua jam, berbicara tentang dunianya.
Saat itu saya ingin sekali bilang "please do call me."
Tapi kata itu sampai sekarang tidak pernah terucap.
"When love feels like magic, it's called Destiny. When destiny has a sense of humor, It's called Serendipity."--Serendipity the Movie, 2001
Hingga saat ini saya percaya bahwa saya akan bertemu lagi dengannya... entah kapan dan entah di mana. Hmmm, wishful thinking? I don't think so... saya harus menciptakan pertemuan itu... karena saya "butuh" untuk bertemu dia dan menyelesaikan satu kisah hidup saya ini sebelum saya melangkah ke chapter selanjutnya.
I'm the man Eve. Staring into the sky, thinking. Not about my fiancee, but about some mystery guy I met a million and a half hours ago. It was only a moment, a fragment really. But it was like, in that moment, we were supposed to be together. That's why I'm here Eve, that's why I'm going to let destiny take me where it wants to. Because when all of this is over, at least I'll never have to think about him again. Let's just hope he's some bald fascist who picks his nose and wipes it under the car seat.--Serendipity the Movie, 2001.
pernah?
hmmm, saya pikir saya pernah mengalaminya atau mungkin saya meyakini saya pernah mengalaminya. "suatu kebetulan yang menguntungkan" yah kira-kira begitu terjemahan bebas dari serendipity.
lelaki ini sempurna di mata saya... setahun lalu saya bertemu dengannya. hanya sekali itu, namun keajaiban di hati dan angan saya setelah itu merupakan sebuah fenomena yang mampu mengembangkan senyum saya dan melambungkan harapan-harapan saya dan bahwa saya percaya takdir.
Saya dan dia menghabiskan kurang lebih dua jam, berbicara tentang dunianya.
Saat itu saya ingin sekali bilang "please do call me."
Tapi kata itu sampai sekarang tidak pernah terucap.
"When love feels like magic, it's called Destiny. When destiny has a sense of humor, It's called Serendipity."--Serendipity the Movie, 2001
Hingga saat ini saya percaya bahwa saya akan bertemu lagi dengannya... entah kapan dan entah di mana. Hmmm, wishful thinking? I don't think so... saya harus menciptakan pertemuan itu... karena saya "butuh" untuk bertemu dia dan menyelesaikan satu kisah hidup saya ini sebelum saya melangkah ke chapter selanjutnya.
I'm the man Eve. Staring into the sky, thinking. Not about my fiancee, but about some mystery guy I met a million and a half hours ago. It was only a moment, a fragment really. But it was like, in that moment, we were supposed to be together. That's why I'm here Eve, that's why I'm going to let destiny take me where it wants to. Because when all of this is over, at least I'll never have to think about him again. Let's just hope he's some bald fascist who picks his nose and wipes it under the car seat.--Serendipity the Movie, 2001.
Sunday, 20 April 2008
reason to wake up
I think people need a reason to wake up in the morning... to boast the spirit and to at least understand a lil bit why she/he somehow ever exist in this world.
And in my case, it has never been easy to actually find "reason" to seize the day. Indeed this life is full of shits!
My recent life been full of routine... and hence I'm gonna kill that routine very soon. A friend told me this morning with an irony "ahhh..young and retired, seems a beautiful life." ... and last night my brother and sister were so confused when I told them "well I don't know.. I don't have a plan really.." and... they tried to help me out with the solutions 'cos they thought I'm totally out of my mind... by resigning from my current job with literally NO PLAN!
Every morning for the last one and half year, I've been waking up with such a hurry and far from "healthy mind" and "good rest" and thinking about deadline and such... well that's how it is when people grow up and have a job that binding her/him... i have responsibility as a writer or journalist to do what the journalist should do...
Yet, I think I need to know my limit and capability as well, I need to know when I have to hold thing and when I have to make a move... I need to know whether things are supporting my ability or just holding it back... and the fact is I don't want to stuck in a point just because I feel comfortable as it has been a routine for me... and... going nowhere.
I want to wake up with a new hope... with a new perspective that will lead me to the higher stage of my life and my career... We have to take a risk for once in our lives... especially when we know that it will change our lives toward the better...
I'm not retired... I just need to wake up in the morning with alter reasons...
And in my case, it has never been easy to actually find "reason" to seize the day. Indeed this life is full of shits!
My recent life been full of routine... and hence I'm gonna kill that routine very soon. A friend told me this morning with an irony "ahhh..young and retired, seems a beautiful life." ... and last night my brother and sister were so confused when I told them "well I don't know.. I don't have a plan really.." and... they tried to help me out with the solutions 'cos they thought I'm totally out of my mind... by resigning from my current job with literally NO PLAN!
Every morning for the last one and half year, I've been waking up with such a hurry and far from "healthy mind" and "good rest" and thinking about deadline and such... well that's how it is when people grow up and have a job that binding her/him... i have responsibility as a writer or journalist to do what the journalist should do...
Yet, I think I need to know my limit and capability as well, I need to know when I have to hold thing and when I have to make a move... I need to know whether things are supporting my ability or just holding it back... and the fact is I don't want to stuck in a point just because I feel comfortable as it has been a routine for me... and... going nowhere.
I want to wake up with a new hope... with a new perspective that will lead me to the higher stage of my life and my career... We have to take a risk for once in our lives... especially when we know that it will change our lives toward the better...
I'm not retired... I just need to wake up in the morning with alter reasons...
Sunday, 13 April 2008
John Cusack Syndrome!!
Ahh, don't ask me why, but I'm lulled by John Cusack in Serendipity and Must Love Dogs hahahahahahaha bit late probably considering those both films were released ages ago, but hey he's cute... not handsome but... a sweetheart u know...! usually in this genre kind of movie--romantic comedy, Hugh Grant is the best, he nails this field very well! but halllooo ladies, do have a look this charming lovable Mr Cusack! he is luscious!! xxx
...and I think I'm this typical woman, who's cry and smile during the movie, all the way... and linger with its story... flowery scripts... hahahahaha... ahhh, love, love, love and hopes! so beautiful isn't it? when you in love, in search of love or the one you love and have a faith in it... and wait for the destiny calls you =) damn you Mr Cusack!...and the movies--especially the movies!
love is never a waste, believe me...
some times we probably say, it's suppose to be easy... maybe it is, but there's nothing wrong with a little struggle, right? it's better like that than carry on a regret.
yeahhh, i guess it's bloody John Cusack' syndrome!
...and I think I'm this typical woman, who's cry and smile during the movie, all the way... and linger with its story... flowery scripts... hahahahaha... ahhh, love, love, love and hopes! so beautiful isn't it? when you in love, in search of love or the one you love and have a faith in it... and wait for the destiny calls you =) damn you Mr Cusack!...and the movies--especially the movies!
love is never a waste, believe me...
some times we probably say, it's suppose to be easy... maybe it is, but there's nothing wrong with a little struggle, right? it's better like that than carry on a regret.
yeahhh, i guess it's bloody John Cusack' syndrome!
Saturday, 12 April 2008
what if ?
How about if I were a doctor or interior designer? would i made my life better and brighter?
Have any of u, in one stage of your life, ever questioning whether the decision you made in the past were the right one ?
it's not a regret that I'm trying to draw here... it's not.
a friend just told me, never curious with the ending... go with it cos the end will eventually come at the right time!
a while ago when I was about to enroll university, there were some subjects that I put interest in. Although at that time I didn't have a clue that the decision I made that day will determine my entire life! literally--for me at least. Somehow, I accepted in Faculty of Communication...lead to Journalism study...lead to Radio Production and Management. I used to be so bloody proud for being a journalist wrapped in idealism... utopia one. Bathed in a rainbow of confetti of a perfect picture, and always have had a believe that I am a great writer *smirking ironically* let alone great writer, I'm not even certain tht I am a good typist! And so the question popped up; WHAT IF ?
Have any of u, in one stage of your life, ever questioning whether the decision you made in the past were the right one ?
it's not a regret that I'm trying to draw here... it's not.
a friend just told me, never curious with the ending... go with it cos the end will eventually come at the right time!
a while ago when I was about to enroll university, there were some subjects that I put interest in. Although at that time I didn't have a clue that the decision I made that day will determine my entire life! literally--for me at least. Somehow, I accepted in Faculty of Communication...lead to Journalism study...lead to Radio Production and Management. I used to be so bloody proud for being a journalist wrapped in idealism... utopia one. Bathed in a rainbow of confetti of a perfect picture, and always have had a believe that I am a great writer *smirking ironically* let alone great writer, I'm not even certain tht I am a good typist! And so the question popped up; WHAT IF ?
Thursday, 10 April 2008
Memimpin dengan Hati
Meski tersedia pekerjaan di rumah, Ayah saya selalu menginginkan anak-anaknya untuk menimba pengalaman di dunia luar... menjadi staff atau anak buah orang lain, belajar dari bawah, sehingga akan tahu bagaimana susahnya "mencari" uang dan pada akhirnya dia mengharapkan anak-anaknya akan lebih menghargai hidup danjika kelak menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin yang baik yang memimpin dengan hati tidak hanya dengan kepandaian.
Jiwa saya memang jiwa kuli. Yah setidaknya kuli tinta hehe saat ini saya bekerja sebagai penulis di sebuah majalah lifestyle dengan gaji buruh. Ketika orang rumah meminta saya pulang dan memulai usaha sendiri saya justru menolak... nggak pede dan jujur saya belum tahu apa yang bisa saya lakukan selain menulis. Jadilah saya di"jajah" di perusahaan ini, berangkat pagi pulang di atas jam 8 malam. Setiap bertemu dengan Ayah saya pertanyaannya selalu sama: "gimana... dah naik gaji belum?" dan setelah setahun bekerja saya baru bisa bilang "sudah... 10%" dan tawanya menggelegar... jadi kuli memang gaji-nya "terbatas" hehe tapi ya tetap harus bersyukur masih bisa beli kopi starbucks kekekeke, begitu selalu kata teman kerja saya.
Seninya jadi kuli adalah kita bekerja untuk mandor. Yang lebih nyeni lagi adlah ketika mandor kita atau pemimpin perusahaan tempat kita bekerja, memimpin dengan "mood" dan ego-nya bukan dengan HATI. Hasilnya, hampir setiap hari saya melihat dinamika perusahaan yang "unik". Beberapa hari terakhir si bos "kecewa" dan output-nya jadi menerapkan sistem-sistem ajaib... dan saya termasuk salah satu yang terkena dampak keajaiban itu... hahahaha... tidak Alhamdulillah saya tidak dipecat justru saya tidak boleh cuti dengan alasan yang tidak etis jika disebut di sini.
Anyway, meihat kebijakan yang tidak bijaksana dari si bos saya justru menjadi geli dan tertawa... kenapa juga ya saya bertahan menjadi buruh orang yang memimpin tidak dengan hatinya ya ? memangnya saya desperate itu ya hingga mau "diinjak-injak". Alkisah saya lalu ingat kebijaksanaan Ayah saya... suatu hari salah seorang pegawai ayah saya mencuri inventaris perusahaan... untuk sekedar informasi perusahaan Ayah saya itu di bidang transportasi, jadi barang-barangyang dicuri pun dari mesin-mesin bekas yang masih bisa dipakai apalagi dijual, ban, oli, dsb... Marah dan kecewa pastilah Ayah saya. Tapi lagi-lagi ini Ayah saya yang sebagian besar karyawannya telah bekerja bersama Ayah saya hampir seumur saya, ya.. di atas 20 tahun jadi.. dia lebih menganggap karyawan-karyawannya bagian dari keluarganya.
Si pencuri ini ditanya oleh Ayah saya, apa alasan dia mencuri. Bagi Ayah saya yang terpenting dalam bekerja danjuga hidup adalah kejujuran--harus JUJUR. Mencuri tentu saja suatu bentuk ketidakjujuran yang akut. Kemudian Ayah saya juga bertanya berapa jiwa yang harus dia tanggung sebagai suami dan bapak ? setelah "pengakuan" si pencuri, ayah saya bilang "kamu bekerja untuk memberi makan anak-istri kamu, kan. Saya sudah berusaha membantu itu, menyambung hidup keluarga kamu. Tapi saya kecewa kamu tidak jujur jadi saya lebih baik membantu orang lain yang jujur. Karena tujuan kamu memberi makan anak istri, aku cuma bisa bantu kamu beras (lupa berapa kuintal), cukup untuk makan setidaknya tiga bulan sementara kamu mencari pekerjaan baru." ... dan pencuri itu menitikkan air mata.
Jadi, saya pikir jika "keajaiban" ini masih terjadi saya rasa saya tahu apa yang harus saya lakukan. Dan mungkin ini juga yang Ayah saya ingin tunjukkan... pengalaman memang mambuat kita menjadi kaya.
Jiwa saya memang jiwa kuli. Yah setidaknya kuli tinta hehe saat ini saya bekerja sebagai penulis di sebuah majalah lifestyle dengan gaji buruh. Ketika orang rumah meminta saya pulang dan memulai usaha sendiri saya justru menolak... nggak pede dan jujur saya belum tahu apa yang bisa saya lakukan selain menulis. Jadilah saya di"jajah" di perusahaan ini, berangkat pagi pulang di atas jam 8 malam. Setiap bertemu dengan Ayah saya pertanyaannya selalu sama: "gimana... dah naik gaji belum?" dan setelah setahun bekerja saya baru bisa bilang "sudah... 10%" dan tawanya menggelegar... jadi kuli memang gaji-nya "terbatas" hehe tapi ya tetap harus bersyukur masih bisa beli kopi starbucks kekekeke, begitu selalu kata teman kerja saya.
Seninya jadi kuli adalah kita bekerja untuk mandor. Yang lebih nyeni lagi adlah ketika mandor kita atau pemimpin perusahaan tempat kita bekerja, memimpin dengan "mood" dan ego-nya bukan dengan HATI. Hasilnya, hampir setiap hari saya melihat dinamika perusahaan yang "unik". Beberapa hari terakhir si bos "kecewa" dan output-nya jadi menerapkan sistem-sistem ajaib... dan saya termasuk salah satu yang terkena dampak keajaiban itu... hahahaha... tidak Alhamdulillah saya tidak dipecat justru saya tidak boleh cuti dengan alasan yang tidak etis jika disebut di sini.
Anyway, meihat kebijakan yang tidak bijaksana dari si bos saya justru menjadi geli dan tertawa... kenapa juga ya saya bertahan menjadi buruh orang yang memimpin tidak dengan hatinya ya ? memangnya saya desperate itu ya hingga mau "diinjak-injak". Alkisah saya lalu ingat kebijaksanaan Ayah saya... suatu hari salah seorang pegawai ayah saya mencuri inventaris perusahaan... untuk sekedar informasi perusahaan Ayah saya itu di bidang transportasi, jadi barang-barangyang dicuri pun dari mesin-mesin bekas yang masih bisa dipakai apalagi dijual, ban, oli, dsb... Marah dan kecewa pastilah Ayah saya. Tapi lagi-lagi ini Ayah saya yang sebagian besar karyawannya telah bekerja bersama Ayah saya hampir seumur saya, ya.. di atas 20 tahun jadi.. dia lebih menganggap karyawan-karyawannya bagian dari keluarganya.
Si pencuri ini ditanya oleh Ayah saya, apa alasan dia mencuri. Bagi Ayah saya yang terpenting dalam bekerja danjuga hidup adalah kejujuran--harus JUJUR. Mencuri tentu saja suatu bentuk ketidakjujuran yang akut. Kemudian Ayah saya juga bertanya berapa jiwa yang harus dia tanggung sebagai suami dan bapak ? setelah "pengakuan" si pencuri, ayah saya bilang "kamu bekerja untuk memberi makan anak-istri kamu, kan. Saya sudah berusaha membantu itu, menyambung hidup keluarga kamu. Tapi saya kecewa kamu tidak jujur jadi saya lebih baik membantu orang lain yang jujur. Karena tujuan kamu memberi makan anak istri, aku cuma bisa bantu kamu beras (lupa berapa kuintal), cukup untuk makan setidaknya tiga bulan sementara kamu mencari pekerjaan baru." ... dan pencuri itu menitikkan air mata.
Jadi, saya pikir jika "keajaiban" ini masih terjadi saya rasa saya tahu apa yang harus saya lakukan. Dan mungkin ini juga yang Ayah saya ingin tunjukkan... pengalaman memang mambuat kita menjadi kaya.
Wednesday, 9 April 2008
good night
dear fitim sallahu,
good night my dear
the long day died in sunset afterglow,
good night my dear
the candles far on the sky will shine on through your beauty
good night my dear
across the dark, i send a tender kiss to sail u on the deep sleep and sweet dream.
good night my dear
the long day died in sunset afterglow,
good night my dear
the candles far on the sky will shine on through your beauty
good night my dear
across the dark, i send a tender kiss to sail u on the deep sleep and sweet dream.
Once...
Sunday, 6 April 2008
New Obsession!
For the first time in my life I feel that I need to reduce my weight and change my eating-habit. I like to eat...a lot! literally a lot! I don't have any specific time to eat like breakfast-lunch-dinner, I eat at anytime i want to. And... this habit is unfortunately supported by the magz where I work for--I have to do the food review! Subsequently, my weight raise dramatically... it used to be okay, i didn't get affected or even bothered by my increased weight and my bulky look, up until week ago when I felt that I'm too fat and on the top of it I don't feel fit at all... it's like a wake-up call to me! So now I've became a part of these sick women who are obsessed with their weight! Ohhh... and it's pretty much suffering you know, I've been struggling to reduce my appetite and eat healthy food and... it's not easy. It's really need a commitment, some times I pity myself and it leads to excuses..in which in the end I eat junk food again and eat in irrational time and frequent. Besides, another funny part is I want to become pretty as in beautiful! Yeah... and don't ask me why! Somehow I just have a thought that I want to have a sort of memory in the future that I once beautiful and owning kind a "golden age" u know... so hilarious, isn't it ? Well...let's just see how long I can handle this pressure and become a pretty much a wacko! But then again who knows after this I transform to such a hottieeeeeeee! muahahahahahaha!Oh Gosh!
Friday, 4 April 2008
Teman Maya
" I don't know you but I want you..."
Ingatkah, ketika kecil kadang kita mempunyai teman khayalan... seseorang yang tak mampu kita raba tapi nyata...setidaknya dalam imajinasi kita. Kita berbicara dengannya, tertawa, hingga menangis--menyurahkan segala isi hati. Dan orang di sekitar kita hanya mampu memaklumi ketakwarasan pikiran kita, karena kita masih anak-anak.
Ketika kita menginjak dewasa, saya pikir teman khayalan itu masih tetap kita pelihara, meski dalam ujud yang berbeda..setidaknya di dunia saya. Bagi saya dunia maya, dunia virtual...atau internet itu merupakan dunia khayal...alam imajinasi, di mana kita bisa menjadi apa saja yang kita mau... dan tololnya orang-orang cenderung percaya akan apa saja yang tertulis di layar komputer mereka. Di sisi lain saya juga tidak menyalahkan "ketololan" itu, karena bagaimanapun orang-orang anti-sosial seperti saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan bukannya di dunia nyata, dan...yah ironisnya internet menjadi sesuatu yang lebih riil.
Sebagian besar teman kerja saya mempunyai teman di dunia maya... entah sebagai pelepasan dari penat kemunafikan Jakarta atau memang menjadikan dunia maya sebagai dunia yang lebih riil. Mencari teman, berkenalan hingga chatting melalui internet pun sudah menjadi hal yang lumrah... seakan kebutuhan kita sebagai makhluk sosial mampu terpenuhi dengan hanya duduk di depan komputer... dan kadang seperti saya saat ini hanya memakai piyama dan jika ingin saya bisa mengaku sedang memakai gaun malam saya dan memegang wine! semua bisa diatur... "u can be whatever u want to be in the virtual world"
Ironisnya, saya juga merupakan salah satu orang yang "bersahabat" dengan dunia maya... dunia yang menciptakan teman khayalan saya, yang selalu mampu membuat hari-hari saya menjadi lebih indah... membat saya tiba-tiba tertawa lepas di depan komputer di tengah-tengah deadline...dan semua orang berpikir saya gila karena saya "berbicara" dengan komputer saya. Dengan teman khayalan, saya tidak pernah merasa sebal...pernah kecewa karena saya "mengharapkan" sesuatu.. tetapi setelah saya pikir... ini teman khayalan, bukan sesuatu yang nyata...bukan sesuatu yang bisa kita raba... dan karenanya ia indah dan selalu membuat hati saya tersenyum.
Tapi jangan salah...saya tidak addict...dan saya tidak mencari "teman" melalui medium ini... saya menggunakannya sebagai sarana untuk "lebih saling mengenal" jadi saya tahu persis siapa teman khayalan saya ini... dia nyata... tapi hidup di alam imajinasi saya... dan akan selamanya begitu. Sementara sebagian teman saya terlalu ingin menjadikan teman maya mereka menjadi seuatu yang riil, dan seringnya mereka kecewa...dan tidak fun lagi... Saya pikir, penting untuk disadari bahwa it's a virtual world! yup... seperti kata Glen Hansard "I don;t know you.. but I want you.."
can anyone explain it to me about a thing so called "feeling" ?
Ingatkah, ketika kecil kadang kita mempunyai teman khayalan... seseorang yang tak mampu kita raba tapi nyata...setidaknya dalam imajinasi kita. Kita berbicara dengannya, tertawa, hingga menangis--menyurahkan segala isi hati. Dan orang di sekitar kita hanya mampu memaklumi ketakwarasan pikiran kita, karena kita masih anak-anak.
Ketika kita menginjak dewasa, saya pikir teman khayalan itu masih tetap kita pelihara, meski dalam ujud yang berbeda..setidaknya di dunia saya. Bagi saya dunia maya, dunia virtual...atau internet itu merupakan dunia khayal...alam imajinasi, di mana kita bisa menjadi apa saja yang kita mau... dan tololnya orang-orang cenderung percaya akan apa saja yang tertulis di layar komputer mereka. Di sisi lain saya juga tidak menyalahkan "ketololan" itu, karena bagaimanapun orang-orang anti-sosial seperti saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan bukannya di dunia nyata, dan...yah ironisnya internet menjadi sesuatu yang lebih riil.
Sebagian besar teman kerja saya mempunyai teman di dunia maya... entah sebagai pelepasan dari penat kemunafikan Jakarta atau memang menjadikan dunia maya sebagai dunia yang lebih riil. Mencari teman, berkenalan hingga chatting melalui internet pun sudah menjadi hal yang lumrah... seakan kebutuhan kita sebagai makhluk sosial mampu terpenuhi dengan hanya duduk di depan komputer... dan kadang seperti saya saat ini hanya memakai piyama dan jika ingin saya bisa mengaku sedang memakai gaun malam saya dan memegang wine! semua bisa diatur... "u can be whatever u want to be in the virtual world"
Ironisnya, saya juga merupakan salah satu orang yang "bersahabat" dengan dunia maya... dunia yang menciptakan teman khayalan saya, yang selalu mampu membuat hari-hari saya menjadi lebih indah... membat saya tiba-tiba tertawa lepas di depan komputer di tengah-tengah deadline...dan semua orang berpikir saya gila karena saya "berbicara" dengan komputer saya. Dengan teman khayalan, saya tidak pernah merasa sebal...pernah kecewa karena saya "mengharapkan" sesuatu.. tetapi setelah saya pikir... ini teman khayalan, bukan sesuatu yang nyata...bukan sesuatu yang bisa kita raba... dan karenanya ia indah dan selalu membuat hati saya tersenyum.
Tapi jangan salah...saya tidak addict...dan saya tidak mencari "teman" melalui medium ini... saya menggunakannya sebagai sarana untuk "lebih saling mengenal" jadi saya tahu persis siapa teman khayalan saya ini... dia nyata... tapi hidup di alam imajinasi saya... dan akan selamanya begitu. Sementara sebagian teman saya terlalu ingin menjadikan teman maya mereka menjadi seuatu yang riil, dan seringnya mereka kecewa...dan tidak fun lagi... Saya pikir, penting untuk disadari bahwa it's a virtual world! yup... seperti kata Glen Hansard "I don;t know you.. but I want you.."
can anyone explain it to me about a thing so called "feeling" ?
Subscribe to:
Posts (Atom)

