Friday, 4 April 2008

Teman Maya

" I don't know you but I want you..."

Ingatkah, ketika kecil kadang kita mempunyai teman khayalan... seseorang yang tak mampu kita raba tapi nyata...setidaknya dalam imajinasi kita. Kita berbicara dengannya, tertawa, hingga menangis--menyurahkan segala isi hati. Dan orang di sekitar kita hanya mampu memaklumi ketakwarasan pikiran kita, karena kita masih anak-anak.

Ketika kita menginjak dewasa, saya pikir teman khayalan itu masih tetap kita pelihara, meski dalam ujud yang berbeda..setidaknya di dunia saya. Bagi saya dunia maya, dunia virtual...atau internet itu merupakan dunia khayal...alam imajinasi, di mana kita bisa menjadi apa saja yang kita mau... dan tololnya orang-orang cenderung percaya akan apa saja yang tertulis di layar komputer mereka. Di sisi lain saya juga tidak menyalahkan "ketololan" itu, karena bagaimanapun orang-orang anti-sosial seperti saya lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer dan bukannya di dunia nyata, dan...yah ironisnya internet menjadi sesuatu yang lebih riil.

Sebagian besar teman kerja saya mempunyai teman di dunia maya... entah sebagai pelepasan dari penat kemunafikan Jakarta atau memang menjadikan dunia maya sebagai dunia yang lebih riil. Mencari teman, berkenalan hingga chatting melalui internet pun sudah menjadi hal yang lumrah... seakan kebutuhan kita sebagai makhluk sosial mampu terpenuhi dengan hanya duduk di depan komputer... dan kadang seperti saya saat ini hanya memakai piyama dan jika ingin saya bisa mengaku sedang memakai gaun malam saya dan memegang wine! semua bisa diatur... "u can be whatever u want to be in the virtual world"

Ironisnya, saya juga merupakan salah satu orang yang "bersahabat" dengan dunia maya... dunia yang menciptakan teman khayalan saya, yang selalu mampu membuat hari-hari saya menjadi lebih indah... membat saya tiba-tiba tertawa lepas di depan komputer di tengah-tengah deadline...dan semua orang berpikir saya gila karena saya "berbicara" dengan komputer saya. Dengan teman khayalan, saya tidak pernah merasa sebal...pernah kecewa karena saya "mengharapkan" sesuatu.. tetapi setelah saya pikir... ini teman khayalan, bukan sesuatu yang nyata...bukan sesuatu yang bisa kita raba... dan karenanya ia indah dan selalu membuat hati saya tersenyum.

Tapi jangan salah...saya tidak addict...dan saya tidak mencari "teman" melalui medium ini... saya menggunakannya sebagai sarana untuk "lebih saling mengenal" jadi saya tahu persis siapa teman khayalan saya ini... dia nyata... tapi hidup di alam imajinasi saya... dan akan selamanya begitu. Sementara sebagian teman saya terlalu ingin menjadikan teman maya mereka menjadi seuatu yang riil, dan seringnya mereka kecewa...dan tidak fun lagi... Saya pikir, penting untuk disadari bahwa it's a virtual world! yup... seperti kata Glen Hansard "I don;t know you.. but I want you.."

can anyone explain it to me about a thing so called "feeling" ?

No comments: