Thursday, 12 June 2008

Grand Plan

Saya baru saja bertemu dengan seorang teman di airport, di sebuah kota di Timur Tengah. Setahun lebih saya tak bertemu degannya dan tentu saja pertemuan “unexpected” itu amat sangat menyenangkan di tengah rasa kantuk.

Dia tahu saya baru saja resigned dari pekerjaan saya, ketika saya cerita kepadanya beberapa waktu lalu kenpa saya resign saya bercanda dan mengatakan kalau saya berencana untuk menikah—well, siapa yang tidak BERENCANA, bukan ?
Saat itu dia tampak surprised dengan keputusan saya yang menurut dia tak masuk akal, karenanya dia ingin sekali bertemu saya dan “meluruskan” otak saya yang bagi dia kurang waras =p

Dia menyambut saya dengan pelukan yang sangat hangat… instead of cipika-cipiki seperti layaknya kalau saya bertemu dengan teman, dia justru memilih menubrukkan badannya yang cukup tinggi ke badan saya yang mungkin hanya separuh-nya…. Saya geli! Hahahahaha kecil sekali ya saya, damnit!

Dia mempersilahkan saya duduk di kursi “apa adanya” yang ada di airport, tanpa kopi, tanpa wine. Dan disitulah pertanyaan itu muncul: “tell me, ada apa dengan rencana maha dahsyat bertunangan dan menikah itu?” Saya geli, itu pertanyaan yang muncul dari seorang teman yang lama sekali tak saya jumpai… oh my!

Saya bilang “ it’s a phase, it’s a cycle…” dia balik yang tertawa, “is that your phase, quit from job, being a bump and get married?” lol, saya geli dan tersinggung dan teman saya justru semakin gila menyerang saya dengan pertanyaan-pertanyaannya “jadi apa Grand Plan kamu?” Seperti di skak mat… saya tak tahu harus menjawab apa… saya memang tak mempunyai rencana! I am screwed!

“Oh dear..” itu yang muncul dari mulut teman saya sambil menyandarkan badannya ke kursi… and I managed to smile…. "look, some times it's nice being bump, do nothing and yet still manage to buy shoes!" lagi-lagi dia tersenyum...dan bertanya "jadi kamu benar-benar tak berniat untuk bekerja lagi, ya?" Mungkin bagi dia saya ajaib, secara waktunya habis untuk bekerja even di kala weekend.

Baru kali ini saya amat sangat merasa tak percaya diri... well, bagaimana mau percaya diri kalau saya saja tak tahu apa yang sedang saya lakukan atau akan saya lakukan dalam hidup saya, Oh My... bertemu dengannya meninggalkan PR buat saya. Sesuatu yang benar-benar harus saya pikirkan... meski dalam hati saya tahu bahwa this gonna be great; going back to Yogya and stay with my mom and dad--that's to be honest gonna be the toughest job ever.

Kami kembali berjanji untuk bertemu akhir bulan ini. Kali ini di Jakarta... looking forward really =) and by that time saya akan sudah punya jawaban tentang Grand Plan hidup saya... for sure. And, well see probably dia akan masuk dalam Grand Plan saya =p

No comments: