Apa sih "destiny" ? Dari dulu saya mencoba memahami konsep "destiny" tapi sepertinya saya tak paham-paham... is there something called destiny? As a moslem, saya diajarkan untuk mempercayai adanya Qodho dan Qodar, mungkin ketika guru saya dulu menerangkan apa itu Qodho dan Qodar saya sedang madol alias bolos atau tertidur di kelas... atau yaaa simply saya nggak ngerti. Few years back, saya mempertanyakan konsep ini ke teman saya, Agi, entah kenapa waktu itu tiba-tiba di suatu musim semi saya terusik dengan hal tersebut... kelebihan energi mungkin ketika itu. Instead of merayakan keindahan musim semi pikiran saya tersita untuk mempertanyakan konsep takdir.
My bf selalu bilang "ahhh it's written.." atau "what it is written is written..." saya justru suka nggak terima... loh kok, nggak bisa begitu dong! kita masih mampu mengubahnya, kan manusia itu dituntut untuk berusaha dan.. konon tak ada usaha yang tak ada hasilnya walaupun in the end [again] semua ditentukan oleh yang di Atas. Jadi, sebenarnya piye to? jangan-jangan masuk surga apa tidak kita nantinya juga sudah written lagi... ouch!
baru saja saya kembali mencari tahu apa itu takdir... dan saya malah jadi sesak nafas...saya takut! Menurut sumber yang saya peroleh bahwa: “Allah telah menulis (di Lauhu Mahfuzh) segenap takdir makhluk 50.000 tahun sebelum Ia menciptakan langit dan bumi” (HR. Muslim).
Termasuk apakah ia menjadi ahli surga atau neraka, Allah SWT sudah tentukan 50.000 tahun sebelum alam semesta ini diciptakan. Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud ra., Rasulullah SAW bersabda, “Maka demi Allah, yang tiada tuhan yang haq disembah melainkan Dia, sesungguhnya seseorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dia dan surga kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia mengerjakan perbuatan ahli neraka, maka ia masuk ke dalamnya. Dan sesungguhnya salah seorang diantara kamu beramal dengan amalan ahli neraka sehingga tidak ada jarak antara dia dan neraka kecuali sehasta, namun telah terdahulu ketentuan (takdir) Tuhan atasnya, lalu ia beramal dengan amalan ahli surga, maka ia masuk ke dalamnya” (HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Pada hadits lain Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah salah seorang dari kamu melainkan telah dituliskan tempat duduknya, apakah ia termasuk penduduk neraka atau penduduk surga” (HR. Imam Bukhari)
Maka dari itu Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (239 – 321 H) pada kitabnya Al Aqidah Ath Thahawiyah yang diberi ta’liq (komentar) oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz mengatakan, “Semenjak dahulu kala Allah Ta’ala telah mengetahui berapa jumlah hamba-Nya yang akan masuk surga dan yang akan masuk neraka. Total dari jumlah itu tidak akan bertambah dan tidak akan pula berkurang”
lalu ?
Saya hanya berdoa dan berharap, ini HANYA SEBAGIAN KECIL atau SECUIL DARI PENGETAHUAN SAYA TENTANG TAKDIR...
Bukankah, kita tidak boleh memahami isi Qur'an secara secuil-secuil saja? karena justru akan menuntun kita menuju ketidaksahihan dan kebenaran palsu? Allah itu Maha Luas...
Kalau dipikir, apa arti penciptaan saya ini ya ? I am such a small and insignificant creature... this world and universe will keeps spinning around with or without me, isn't it?
*sigh*
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment