doa ibu saya tahun ini berbeda, ketika beliau mengucapkan selamat ulang tahun untuk saya empat hari yang lalu.
Ibu saya tidak pernah menuntut... Ibu saya orang yang keras dan tegar... mungkin dari sana juga "kekerasan' saya berasal.
iya... doa ibu saya tahun ini, ingin saya "segera diberi jalan" tentunya untuk menuju ke jenjang pernikahan...
saya tidak pernah terpengaruh atau terkena sindrom "ingin menikah" ketika teman-teman saya beramai-ramai menikah, ketika orang-orang di sekitar saya terlampau semangat menanyakan kapan saya menikah. Saya menikah karena memang sudah saatnya saya menikah, saya menikah karena saya ingin menikah... saya menikah karena Allah.
dan itulah kenapa sampai sekarang Dia belum "mengijinkan" saya menikah. Sederhana saja karena saya belum mampu mencintai karena Allah... saya masih dikuasai oleh nafsu saya untuk mencintai seseorang... saya belum ikhlas... saya mengharapkan banyak hal dari orang yang saya cintai... dan bahkan saya mengharapkan banyak hal dari cinta itu sendiri. Padahal seperti saya katakan sebelumnya saya ingin mencintai karena-Nya.
Saya belum mampu.
saya bahkan masih mencari bentuk cinta karena-Nya itu... kungkungan nafsu saya lebih besar dari rasa ikhlas saya...
Tuhan tahu saya belum mampu untuk berkomitmen... Dia juga amat sangat tahu, saya tidak ingin kecewa karena saya gagal untuk mencapai tahapan cinta itu.. ketika saya melagkah ke jenjang itu tentu saja saya ingin "menghamba" dan Dia tahu... saya belum siap.
saya bersyukur saya diberi kemampuan untuk membuka mata dan telinga, belajar apa cinta itu dari sekeliling saya. Orang tua saya, kakak saya, siapa saja... saya tahu ada bentuk "keindahan" dalam sebuah keihlasan...
saya menunggu.
Menunggu sebuah cahaya kecil dari Tuhan penanda cinta saya berkembang.
saya lama tak berdoa.
lama tak bersujud... mungkin sajadah panjang saya juga bertanya-tanya keriaan macam apa yang melenakan saya.
karena Ibu saya, saya rindu menekuri kembali malam-malam panjang saya untuk "berbicara" pada-Nya
belajar untuk ikhlas...
belajar untuk mencintai dari-Nya...
....dalam kelelahan saya menyusuri jalan panjang ini bersama dia yang saya kasihi, saya temukan sebuah kenikmatan.
dan saya sadar, kenikmata ini hanya secuil kecil dari apa yang akan kita rasai nanti ketika kita telah mampu menyanding Allah di atas cinta kita. InsyaAllah... Amien
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment